Taman Vertikal Menjadi Pagar Rumah

Tren dalam hal desain taman, rumah, dan interior beberapa tahun belakangan didominasi oleh gaya minimalis atau minimalis modern. Keterbatasan karena ketersediaan lahan yang terbatas dan harga tanah yang tinggi menjadi kendala yang sulit dipungkiri oleh para pemukim di daerah perkotaan saat ini. Oleh karena itu, hunian pun tidak memiliki taman yang memadai. Kehadiran taman tidak hanya sekedar untuk mempercantik hunian dan memberikan hiburan, tetapi juga terdapat fungsi-fungsi lain yang berguna.

Taman dapat meningkatkan suplai oksigen di udara, menurunkan suhu sekitar, mengurangi efek rumah kaca, menyediakan habitat bagi hewan/serangga kecil yang berguna, mengurangi erosi oleh air hujan, serta sebagai tempat beraktivitas bagi anak-anak. Maka sudah selayaknya jika kita memiliki lahan hijau tersebut. Ternyata untuk menghadirkan kehijauan di alam terbuka yang luas, tidak perlu memiliki lahan rumah yang luas juga. Anda dapat menjadikan atap rumah Anda sebagai tempat menanam tanaman berupa roof garden  atau sebagai pengganti dinding pagar Anda (wall garden).

Berat media tanam juga memengaruhi tampilan dan daya tahan taman vertikal. Oleh karena itu, media tanam umumnya bukan tanah. Beberapa jenis media tanam yang acapkali digunakan misalnya coco peat, sekam, rumput laut, dan sebagainya. Taman vertikal sebaiknya menggunakan media tanam yang ringan supaya tidak membebani struktur dinding. Misalnya, campuran antara peat moss  (gambut) dengan coco peat. Gambut mengandung nutrisi untuk pertumbuhan dan coco peat  baik untuk menyimpan air. Sementara jenis tanaman sebaiknya dipilih dari jenis merambat atau tumbuh menjuntai ke bawah agar terlihat cantik. Beberapa jenis tanaman seperti ini antara lain suplir, phytonia, bromelia, kadaka, sirih gading, dan sebagainya. Taman vertikal juga bisa menggunakan lebih dari satu jenis tanaman. Tapi, komposisinya sebaiknya dipilih dengan variasi warna yang seragam atau sesuai kebutuhan dalam maupun luar ruangan. Apabila ukuran taman vertikal tidak terlalu besar dan tinggi (maksimal 2,5 m), penyiraman dapat dilakukan secara manual menggunakan selang. Sedangkan pemupukan dapat menggunakan penyemprot. Bila ukurannya besar, penyiraman harus menggunakan sistem mekanis dengan pompa dan pemupukan dengan infus atau dosing unit. Agar tidak merepotkan, dapat digunakan pengatur waktu (timer) yang akan mengatur secara otomatis waktu-waktu penyiraman dan pemupukan.

Roof garden  dan wall garden  memang tidak memiliki fungsi resapan yang baik, tapi suatu penelitian menunjukkan bahwa suhu permukaan atap dan dinding beton yang ditutupi tanaman lebih rendah hingga 25⁰C dibanding dengan tidak tertutup tanaman. Kehadiran tanaman dapat melindungi atap dan dinding dari sinar ultraviolet, panas, polusi debu, dan udara kotor. Anda akan merasakan efek lebih apabila menanam tanaman yang dapat menyerap polutan.